
Kerinci, Rabu 12 Agustus 2026 — Setelah kegiatan sosialisasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC), tim pengawas binaan bersama majelis guru MIN 4 Kerinci menikmati jamuan makanan tradisional yang disiapkan oleh pihak madrasah. Suasana sederhana, akrab, dan penuh kekeluargaan semakin terasa dalam kegiatan tersebut.
Tim pengawas binaan yang terdiri dari Bapak Murhas, M.Pd., Bapak Asaat, M.Pd.I., dan Ibu Desmadera, M.Pd., bersama majelis guru disuguhkan berbagai menu makanan tradisional. Penyajian hidangan tersebut tidak hanya menjadi bentuk penghormatan dan kebersamaan, tetapi juga menjadi bagian dari penerapan nilai-nilai **Kurikulum Berbasis Cinta, khususnya cinta terhadap lingkungan.
Menariknya, dalam penyajian makanan tersebut MIN 4 Kerinci berupaya mengurangi penggunaan sampah sekali pakai. Makanan disajikan menggunakan piring dan peralatan makan yang dapat digunakan kembali, bukan menggunakan wadah atau peralatan makan sekali pakai.
Setelah selesai digunakan, piring dan peralatan makan langsung dicuci dan digunakan kembali, sehingga dapat mengurangi timbulan sampah plastik maupun sampah sekali pakai di lingkungan madrasah.
Langkah sederhana ini menjadi contoh nyata bahwa semangat KBC dapat diterapkan dalam berbagai aktivitas sehari-hari, tidak hanya dalam proses pembelajaran di kelas. **Cinta lingkungan diwujudkan melalui kebiasaan kecil yang dilakukan secara konsisten, seperti mengurangi sampah, menggunakan peralatan yang dapat dipakai berulang kali, serta menjaga kebersihan lingkungan.
Kepala MIN 4 Kerinci, Amrul, S.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen madrasah dalam menerapkan nilai-nilai KBC secara nyata.
“Melalui kebiasaan sederhana seperti menggunakan piring yang dapat dicuci dan dipakai kembali, kita belajar mencintai lingkungan. Pendidikan tentang cinta lingkungan tidak hanya disampaikan melalui teori, tetapi juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.
Suasana makan bersama pun berlangsung hangat dan penuh keakraban. Hidangan tradisional yang disajikan menjadi sarana mempererat silaturahmi antara pengawas dan majelis guru sekaligus menjadi momentum untuk berbagi praktik baik dalam mewujudkan madrasah yang bersih, sehat, dan peduli lingkungan.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata bahwa Kurikulum Berbasis Cinta dapat dimulai dari hal-hal sederhana, termasuk cara menyajikan makanan, mengurangi sampah, menjaga kebersihan, dan membangun kebiasaan hidup yang lebih ramah terhadap lingkungan.
Saiko
|
14x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Kerinci dan Sekitarnya
Memuat tanggal...